Memuat halaman...

V-Belt Continenta Akhirnya Menyerah Pada Siksaan Motor Selama 12.000KM

Siap membaca

V-Belt Continental Akhirnya Menyerah Setelah Dipakai Sekitar 12.000 KM di Beat FI

Bulan Maret 2017 lalu, funkynetter mencoba mengganti v-belt Honda Beat FI menggunakan merek Continental. Awalnya cukup penasaran, karena sebelumnya funkynetter beberapa kali mengalami masalah v-belt yang cepat rusak dan kurang kuat menghadapi pemakaian harian.

Setelah dipakai beberapa bulan, akhirnya di akhir bulan Agustus 2017 v-belt Continental ini menyerah juga. Kalau dihitung dari pemakaian harian, jarak tempuhnya kurang lebih sudah mencapai sekitar 11.000 sampai 12.000 km.

Memang belum sampai 24.000 km seperti patokan umum penggantian v-belt motor matic, tapi pemakaian motor funkynetter waktu itu tergolong berat, sob. Jadi kalau dilihat dari kondisi pemakaian, v-belt Continental ini sebenarnya cukup lumayan kuat.

Pemakaian harian cukup berat

Dalam satu bulan, motor Beat FI ini bisa menempuh jarak kurang lebih 2.000 km. Motor dipakai untuk aktivitas kerja harian, pulang pergi Karawang - Cibitung, ditambah beberapa kali perjalanan jauh.

Salah satu perjalanan yang cukup berat adalah dua kali pulang pergi Karawang - Cilacap. Buat ukuran motor matic kecil seperti Beat FI, perjalanan seperti ini jelas bukan pemakaian ringan.

Belum lagi gaya berkendara funkynetter waktu itu masih sering stop and go, buka tutup gas, dan kadang gaspol. Jadi v-belt benar-benar bekerja cukup keras setiap hari.

V-belt Continental cukup kuat untuk pemakaian berat

Kalau dibandingkan dengan beberapa v-belt yang pernah funkynetter coba sebelumnya, v-belt Continental ini termasuk lumayan kuat. Setidaknya, v-belt ini masih bisa bertahan dipakai harian dengan jarak tempuh tinggi dan gaya berkendara yang cukup agresif.

Sebelumnya, funkynetter juga pernah mencoba v-belt racing TDR di Beat FI. Ceritanya bisa sobat baca di artikel ini: ganti v-belt racing TDR Beat FI buat akselerasi.

Dari pengalaman tersebut, funkynetter jadi paham kalau v-belt racing atau aftermarket tidak selalu otomatis lebih awet. Cocok atau tidaknya tetap tergantung gaya berkendara, kondisi CVT, dan kualitas part itu sendiri.

Berapa lama seharusnya v-belt motor matic diganti?

Untuk pemakaian normal, v-belt motor matic biasanya diganti mengikuti rekomendasi pabrikan. Patokan yang sering dipakai adalah sekitar 24.000 km. Kalau motor dipakai santai, perawatan CVT rutin, dan gaya berkendara halus, umur v-belt bisa lebih panjang.

Funkynetter juga pernah membahas soal pentingnya mengganti v-belt sebelum melewati batas pemakaian di artikel ini: ganti setiap 24.000 km, lebih dari itu bisa jadi v-belt Beat putus di jalan.

Tapi untuk sobat yang sering betot gas, sering melewati jalan macet, motor sering dipakai jarak jauh, atau sering membawa beban, sebaiknya pengecekan v-belt dilakukan lebih cepat. Jangan menunggu sampai benar-benar putus di jalan.

Kalau sering gaspol, umur v-belt bisa lebih pendek

Dari pengalaman funkynetter, gaya berkendara sangat berpengaruh ke umur v-belt. Kalau motor sering dibawa halus, komponen CVT biasanya lebih awet. Tapi kalau sering buka tutup gas mendadak, kerja v-belt jadi lebih berat.

Apalagi di motor matic, v-belt menjadi penghubung utama tenaga mesin ke roda belakang. Setiap kali gas dibuka, v-belt ikut menerima beban. Kalau pemakaiannya kasar terus-menerus, wajar kalau usia pakainya jadi lebih pendek.

Dalam kasus v-belt Continental ini, meskipun akhirnya menyerah di sekitar 12.000 km, menurut funkynetter hasilnya masih cukup masuk akal. Karena selama dipakai, motor memang sering menempuh jarak jauh dan dipakai dengan gaya berkendara yang tidak bisa dibilang santai.

Jangan hanya lihat merek, cek juga kondisi CVT

Saat v-belt cepat rusak, jangan langsung menyalahkan mereknya. Kadang penyebab v-belt cepat habis atau putus justru berasal dari komponen CVT lain yang sudah tidak normal.

Misalnya roller sudah peyang, pulley aus, rumah roller bermasalah, kampas ganda kotor, per CVT lemah, atau area CVT jarang dibersihkan. Kalau komponen pendukungnya bermasalah, v-belt baru pun bisa bekerja lebih berat.

Funkynetter juga pernah menulis pengalaman soal v-belt Beat Injeksi yang sering putus. Artikel itu bisa sobat baca di sini: v-belt Continental akhirnya menyerah 12.000 km.

Eh, untuk artikel yang membahas pengalaman lain soal v-belt Beat yang sering bermasalah, sobat juga bisa cek artikel terkait di bagian bawah tulisan ini.

Kesimpulan

V-belt Continental yang dipakai funkynetter di Honda Beat FI akhirnya menyerah setelah digunakan sekitar 11.000 sampai 12.000 km. Kalau melihat pemakaian yang cukup berat, mulai dari harian Karawang - Cibitung, perjalanan jauh Karawang - Cilacap, dan gaya berkendara stop and go, performanya masih tergolong lumayan.

Pelajaran pentingnya, umur v-belt tidak bisa hanya dilihat dari angka kilometer saja. Cara berkendara, kondisi CVT, jarak tempuh harian, dan perawatan juga sangat menentukan.

Buat sobat yang motor maticnya sering dipakai harian, sebaiknya jangan menunggu v-belt putus baru diganti. Lebih baik cek CVT secara berkala, bersihkan area CVT, dan ganti v-belt sebelum benar-benar bermasalah.

Karena kalau v-belt sampai putus di jalan, urusannya bukan cuma soal biaya. Tapi juga bikin repot, apalagi kalau kejadian saat berangkat kerja atau sedang perjalanan jauh.

Artikel terkait:

Meta deskripsi:

Pengalaman funkynetter memakai v-belt Continental di Honda Beat FI. Akhirnya menyerah setelah sekitar 12.000 km karena pemakaian harian berat dan sering gaspol.

Label:

Otomotif, Honda Beat, Beat FI, Motor Matic, CVT, V-Belt, V-Belt Continental, Perawatan Motor

Share Artikel
Facebook Twitter Threads

💬 Diskusi (Live Sync App)

Menghubungkan ke server...

FunkyNetterCom

FunkyNetterCom

Baca, simpan artikel, nonton vlog, dan ikut obrolan lewat aplikasi Android.

Install